Selasa, 08 September 2009

Puter, Burung Pin Pin Bo




Burung puter atau kalau orang Cepu dan sekitarnya menyebut burung brenggolo, termasuk burung yang punya nasib tidak begitu bagus. Sebagai burung peliharaan berharga murah meriah, keberadaannya di rumah penghobi sekedar pelengkap dan diletakkan di sudut pekarangan dalam sangkar yang ala kadarnya..


Suaranya sebenarnya cukup merdu (apalagi yg jenis puter pelung : mengalun panjang mengundang rasa iba ) dan konstan, tiap beberapa waktu bisa dijadikan “jam”. Bagi yang tidak terlalu “kebluk” alunan suara burung puter ibarat alarm membangunkan kita dengan lembut dan mengingatkan untuk sholat malam , atau siap siap berangkat ke masjid ketika dia menyanyi di ambang fajar.


Kalau ditranskripsi mungkin bunyinya begini : kuk geerrruuuuk , kuk gerruuuuk, nah teman teman yang iseng sering memplesetkannya dengan : empuk jerruuuuu, karenanya disarankan jangan menaruh sangkar burung puter dekat kamar tidur kita kalau tidak mau “tersindir” sehingga kehilangan konsentrasi karena melaksanakan “tugas suci” sambil senyam senyum .


Dikalangan peternak perkutut burung puter juga punya nasib yang cukup nelangsa. Sifatnya yang pin pin bo ( pintar pintar bodoh ) dimanfaatkan peternak untuk meningkatkan produksi .Caranya begini, pasangan puter yg sedang bertelur direkayasa untuk terus dalam posisi mengeram baik dengan cara yang sadis dg merendam telornya dalam air mendidih, atau dengan cara yg lebih halus misalnya mengganti teornya dg telor boongan.

Nah, pasangan yang sedang berbahagia yang tidak sadar telah dieksploitasi ini sewaktu-waktu bisa dititipi untuk mengasuk piyek perkutut yg berumur lima hari keatas. Istilahnya dikalangan penghobi dijadikan baby sitter. Sepasang indukan puter mampu mengasuh sampai tiga pasang (berarti enam ekor) piyek perkutut. Imbal baliknya si puter ini selama meloloh piyek perkutut memdapat makanan yang lebih baik karena harus meloloh piyek perkutut yang siapa tahu dikelak kemudian hari bisa mencorong bersuara bagus dan pantas dikerek diarena lomba..


Minggu, 24 Mei 2009

Lan Jalan ke Solo,


Hari minggu jalan- jalan ke Solo, miss vega yang kupacu kenceng mulai nggeter ketika spedometer menunjukkan angka 90 km/h. Jadi iri ama yg pakai motor cc agak besar, apa harus ganti vixion ya?

Sampai solo jam 8 pagi sarapan nasi pecel murah meriah di perempatan RM Said. Antrinya itu lho.. Abis sarapan dunia terasa lebih terang ngeliatin semut tampak kecil2 (podho ae nda..)

Acara berikutnya mampir di Balekambang nonton lomba derkuku. Pengin tahu aja perkembangan tren suara burung bagus, eh ada juga burung yang tidak lebih bagus dari burungku dilombakan

Sebelum pulang mampir di warung bebek goreng nya Pak H Slamet Kartosuro. Meski banyak cabang rasanya kurang mak nyuss kalau nggak makan di "kantor pusat"nya:
Jam 4 sore nyampai Cepu, badan serasa habis digebukin orang sak erte. Kulirik spedometer miss vega, ada tambahan 300 km.

Selasa, 12 Mei 2009

Anak Ababil Turun Sarang


Sepasang anak Ababil yang menetas tepat pada hari Kartini 21 April yang lalu kemarin turun dari sarangnya, belajar terbang.

Semoga saja kedua piyek ini mewarisi suara bapaknya sukur sukur jalan suaranya bis mewarisi ibunya yang jalan dobel. Amin.

Rekaman suara Ababil bisa di dengar di youtube yang saya embed di blok ini juga. enjoy it !


Selasa, 05 Mei 2009

PERKUTUT PUTIH


Konon bagi yang percaya perkutut berbulu putih mulus mempunyai 'angsar' tertentu, dan karena (dahulu) kelangkaannya seekor perkutut putih jadi mahal harganya.

Kini dengan teknik breeding yang semakin maju para peternak perkutut sudah menemukan cara dan teknik menghasilkan perkutut berwarna putih, kalau ada orang yang menawarkan perkutut putih dengan harga mahal dengan alasan burung tersebut hasil tangkapan dari alam kemungkinan besar dia bohong.

Perkutut putih sebenarnya adalah hewan albino, mata merah (komunitas kungmania menyebutnya dg istilah tembus) dan bulu putih adalah akibat dari hewan itu tidak memiliki pigmen.

Karena lahir sebagai hewan 'cacat' perkutut putih memerlukan perawatan yang lebih jlimet dibanding perkutut normal, inilah barangkali alasan yang masuk akal kenapa harganya relatif lebih mahal .

Minggu, 19 April 2009

Ababil Mulai Mengeram


Setelah macet total total gara-gara stress saat musibah banjir besar 20007 lalu, kini ababil perkutut jagoanku mulai mengeram. dengan pasangan barunya yang bergelang Jatisari (Blora)
mudah-mudahan menghasilkan piyek yang punya prospek bagus.

Untuk melayani pasar yang lagi trend menyukai perkutut hitam dan perkutut putih aku juga mengandangkan beberapa pasang. Bahkan sedikit nekat aku melakukan "jebol kandang" dari farm milik teman.

Mudah-mudahan semuanya lancar.. ada yang mau indent ???



Rabu, 01 April 2009

FILOSOFI CONTRENG

Pesta contreng sebentar lagi. Hingar-bingar para kontestan untuk memperoleh contrengan sebanyak-banyaknya menampilkan berbagai tontonan menarik di televisi kita beberapa hari ini.

Saling klaim keberhasilan adalah hal biasa. bahkan kalau perlu menyerang frontal kebijakan atau policy kompetitor. Saking semangatnya kadang terjadi inkonsistensi: suatu saat di panggung kampanye terbuka berteriak menghujat pemberian BLT sebagai merendahkan martabat bangsa, dalam kesempatan lain menampilkan satu seri iklan yang dengan sangat bangga memamerkan bahwa kelompoknyalah yang mengawal program BLT itu agar tepat sasaran

Kita semua tahu, cara baru untuk menunjukkan pilihan kita pada tanggal 9 April y a d adalah mencontreng dan itu sudah disepakati seluruh kekuatan politik yang berlaga kali ini.
Yang mungkin tidak semua kita tahu adalah bahwa ternyata ada cara lain yang tetap sah dilakukan selain mencontreng.

Merubah cara dari mencoblos menjadi mencontreng tampaknya bukan masalah besar, tapi tidak demikian halnya dalam pandangan ibu Dyah Ayu Megawati.

Cara baru itu dianggap berpotensi menggembosi pundi pundi suara partainya dengan asumsi bahwa konstituen yang mayoritas wong cilik akan kesulitan merubah cara coblos yang sudah dilakukan selama tiga puluh tahun dengan mencontreng.

Tapi ketidak setujuan beliau kok baru diungkapkan sekarang ?. Seolah seperti mencederai kesepakatan sebelumnya. Dan menambah kesan waton suloyo ?. Inilah "kesalahan" strategi ibu kita ini. Soal teknik orasi sih, sudah oke. Meski masih jauh ya sedikit miriplah dengan gaya bapak tercinta dulu, namun pemilihan materi yang kurang pas malah menjadi bumerang.

Yang diperoleh malah antipati, kesannya kok meremehkan siapa saja ya KPU ya konstituen nya sendiri yang sepertinya kok bodoh amat hingga tidak bisa mencontreng dengan benar.

Sikap tidak simpatik ini mendapat kritik dari KPU melalui salah seorang anggotanya : ..." Kita ingin merubah dari budaya tusuk, tikam ke budaya tulis yang lebih..."

Masalahnya memang sulit merubah budaya yang sudah mendarahdaging selama puluhan tahun. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar. Tidak ada tikam menikam atau coblos mencoblos (kecuali dibilik suara, bagi yang ngeyel menggunakan cara primitif ini). Apapun hasilnya kelak, kita sudahi cara-cara kekerasan. No more huru hara, no more obong-obongan




Minggu, 29 Maret 2009

SI SULUNG NENGOK IBU dan ZIARAH ke PERISTIRAHATAN AYAH


Bermaksud membuat kejutan si Sulung tidak memberitahu terlebih dulu ketika mau menengok ibu yang sedang menunggui kelahiran dua orang cucu barunya.
Sampai di Semarang ibu sudah di jemput salah seorang adik.

Kepalang tanggung si Sulung melanjutkan perjalanan ke Cepu, ibu sedikit panik, surprised kok tiba tiba si Sulung datang di pagi subuh. tergopoh gopoh nyamperin aku yang belum turun dari subuhan di masjid.

Ibu kelihatan bahagia sekali ngobrol dan cerita ngalor ngidul, si Sulung hanya senyam senyum seperti biasa.

Sorenya si Sulung kuantar kestasiun, mampir sejenak di makam Gendeng yang lokasinya dekat stasiun Cepu.Ziarah dadakan, dihadapan kami teronggok makam alm Ayah, tampak kurang terawat. Rumput dan perdu liar menjalar diatas gundukan makam yang hanya ditandai batu nisan sederhana. Keluarga besar kami memang tidak mengekspresikan penghormatan kepada orang tua dengan cara membangun makam yang mewah. Ini justeru bisa menyalahi aturan agama.

Setelah berdoa sejenak kuantar si Sulung ke stasiun, melanjutkan perjalanan panjangnya ke Semarang - Bandung - Bandar Lampung yang telah di arrange salah seorang putrinya yang kuliah di Semarang, Icha.


Sabtu, 07 Maret 2009

LONTONG "SETENGAH" OPOR



Satu lagi warung makan yang lagi ngetren di Cepu : Lontong Opor Pak Pangat.

Lokasinya lumayan jauh dari pusat kota, tepatnya didesa Kapuan dekat dengan eks bandara (yang sekarang dialih fungsikan untuk menjemur gabah..) kurang lebih 10 kilomater kearah barat kota Cepu.

Aku mendengar sudah kurang lebih setahun yll tapi baru kemarin sempat melakukan "test eat" (kalau mobil kan test drive ?!).

Orang Cepu kadang suka latah, setiap ada tempat makan yang baru buka dan di blow up oleh para penghobi pemanja lidah dan perut, mereka berbondong bondong mencoba.
Sebelum opornya Pak Pangat ini ngetop di Mlawu Biting ada Lontong ayam bumbu sate nya bu Raminem. Konon sempat jadi langganan pak Bupati (alm). Kini setiap jam makan siang konvoi mobil dan motor (ungkapan ini mungkin berlebihan ya) beralih arah menuju Kapuan.

Jam 12 siang ketika aku tiba dilokasi suasana sepi, sedikit lega ketika diberitahu bu Kasir, yang merangkap sebagai pencuci piring bahwa lontong opornya masih ada.

Beberapa puluh menit sang lontong belum juga keluar. Yang nongol malah seorang crew warung yang membawa papan bertuliskan " HABIS" dan dipajang didepan warung !





Lalu datang beberapa rombongan lagi, kan sudah habis? ya biarin saja yang penting aku masih kebagian, pikirku.

Akhirnya pesananku datang juga. Tapi,lho kok membawa bakul? ternyata pesanan lontongku diganti dengan nasi secara sepihak.Tidak jauh beda sebenarnya antara lontong dan nasi tapi aku sudah terlanjur sedikit tersungging (klo tersinggung kok terlalu naif ya ..) apalagi meja sebelahku justru kebagian lontong. Apa karena mereka sudah langganan ?. Wah ini mah jurus preferensi yang keblinger. Justru aku sebagai pelanggan baru harusnya ada sedikit perlakuan khusus. Tapi mbakyu warung lontong ini mana sempat baca buku tentang custumers satisfaction ya ?!.

Akhirnya dengan sedikit dongkol aku hajar habis dua porsi ayam dan sebakul nasi yang ada dimejaku..nih gambarnya.



Menurutku rasanya ya tidak terlalu istimewa. Opornya sudah dimodif sesuai selera cepu yakni asin dan pedas.Masih ditambah lagi dengan cabe rawit utuh yang bisa kita gilas dipiring kalau kita merasa kurang pedas.
Sebagai pakar kuliner dadakan (?) aku berpendapat lebih tepat kalau disebut sayur bumbu sate.Mungkin minus gerusan kacang tanah yang digoreng sangan.
Ayam nya pun masih kurang empuk, sialnya aku kebagian potongan punggung dekat brutu. Warna daging yang merah kecoklatan menandakan bahwa yang digunakan adalah ayam kampung jantan.Bumbunya kurang meresap di daging (mungkin soal teknis memasak ya) sehingga aku harus menyeruput kuahnya setiap habis menggigit daging yang semi liat itu.

Nyatanya sampai sekarang warung ini masih ramai dikunjungi pengobi makan di Cepu, atau kita tunggu hadirnya warung yang lebih top markotop?. Silakan simak episode berikutnya.

Sebelum pulang aku sempatkan mengambil gambar eks lapangan terbang yang kini dijadikan lahan penggembalaan ternak dan penjemuran gabah..

Selasa, 03 Maret 2009

Fosil Gajah Purba Di Tepian Bengawan Solo



Pada akhir Desember 2008 lalu saat menggali pasir tiga orang penduduk Desa Medalem Kecamatan Kradenan Kab Blora menemukan Fosil gading dan patahan tulang iga gajah purba.

Lokasi penemuan, menurut keterangan Kepala Seksi Kesenian dan Nilai Budaya Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Blora, Suntoyo, memang merupakan endapan Bengawan Solo Purba.

Di dukuh Medalem yang berada di tepi Bengawan Solo itu sering ditemukan fosil-fosil binatang purba seperti gading, tanduk, tempurung kura-kura dan tengkorak buaya.Banyak temuan temuan itu yang jatuh ketangan "mafia fosil" yang berkeliaran disitus-situs purbakala seperti halnya yang terjadi di Sangiran kab. Sragen dan lain-lainnya.

Konon fosil gading yang ujungnya patah karena kena cangkul itu sudah ditawar pemburu fosil senilai 5 juta rupiah.Untungnya para penemu yang lugu itu tidak berminat dan berencana menyerahkan benda berharga tersebut ke Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Blora.

Kiranya perlu perhatian yang lebih serius dari Pemkab. Blora maupun Pemerintah Pusat untuk menjaga situs situs purbakala semacam ini sehingga fosil dan artefak yang masih tertanam dilokasi tersebut tidak menjadi jarahan oknum oknum yang hanya mengejar keuntungan materi saja tanpa memperhatikan arti penting benda benda cagar budaya tersebut.

Bahan tulisan dan foto :http://bloraku.com/index.php?id=44

Sabtu, 21 Februari 2009

CANDID CELLPHONE

mohon maaf bagi yang tidak mengerti bahasa Jawa CEPUnan.
Dari arsip video lama
video

Sabtu, 14 Februari 2009

Ababil Manggung

video

Ini Adalah kandang perkututku (Geopelia Striata Striata)
Sebanyak 20 petak kandang.
Yang sedang manggung (berbunyi) adalah si Ababil produk Farm ku sendiri (AHA Bird Farm)
Sementara Ababil dikandangkan dulu,mudah mudahan bisa menghasilkan keturunan yang bagus

Jumat, 13 Februari 2009

KITA SEBENARNYA BANGSA YANG KREATIF




Tadi siang sewaktu makan di rumah makan Padang,tidak seperti biasa aku senyum2 sendiri ketika memandangi tempat tisu ini.Aku teringat sebuah video di Youtube yang diaplod seorang bule. Gambarnya ya tempat tisu seperti ini. Sambil cengengesan sibule komen.: "Yeah look, that's toilet paper you see" ? Gubraax !.

Wah, sibule mungkin terheran-heran, toilet paper yang dinegerinya untuk membesut(maaf)pantat (or even deeper!)di Indo jadi naik pangkat: dia seenaknya saja parkir dibibir bibir seksi perempuan cantik atau "nyrimpet" dikumis para pria tampan.

Kita memang terkenal sebagai bangsa yang kreatif dalam bidang musik misalnya,begitu kreatifnya kita memperlakukan cello secara semena-mena. Alat musik gesek ini ditangan seniman kroncong selain dibetot-betot juga ditempeleng habis habisan

Opo tumon?

Kamis, 12 Februari 2009

CERPEN JADUL, RAW MANUSCRIPT

Bertahun tahun cerpen yang tidak pernah selesai ini menerorku .Tujuh tahun didalam batok kepala,Kemudian aku melahirkannya melalui Wordstar release 4 ketika aku menggelandang di jakarta. Tersimpan dalam disket jamuran bersama data-data tidak penting lainnya, beruntung masih bisa kutemukan print out nya (meski hanya dua lembar) Kuketik ulang, kuusahakan tampil seasli mungkin. Inilah cermin kegombalan masa lalu...tapi tidak harus malu kan ?

Pada awalnya semuanya kayaknya berjalan oke oke saja.Sejak resepsi perkawinan Adi itu, johan sudah setengah lupa sebenarnya. Barangkali juga berusaha untuk melupakan peristiwa baku bidik itu. Johan takut kecewa kalau terlalu banyak berharap, bagaimana mungkin cewek secakep itu....

Tapi justru Adi yang memulai membuka front, memancing-mancing Johan.

“Kamu ditanyakan Wiwied Jo, ..” Adi s ipengantin baru yang untuk sementara masih menumpang dirumah mertua itu menggoda Johan saat mereka bertemu ketika herresgristasi.

“Cuma tanya?”

“Ya, titip salam juga, sih.”

“Salam saja, pakai lengkuas nggak?”

“Welha, kok malah cengengesan. Ini serius lho Jo..!” Adi, senior Johan di Fisip itu tersenyum mendengan canda Johan. Pura-pura nggak minat nih yee ?!.

“Lho, biasanya kan begitu, kalau ada daun salam pasti ada lengkuas” Johan masih pura-pura saja.

“Sialan, kamu. Emangnya mau bikin sayur lodeh? Sudahlah jangan banyak omong. Kalau memang berani serang saja. Siapa tahu kamu bisa mengikuti jejak suksesku”.

“Sukses ?. memacari anak ibu kost biar dapat gratisan sewa kamar kau sebut sebuah sukses?. Amit amit nggak janji ,deh.”. Sambil menjulurkan lidahnya Johan berlari meninggalkan Adi, Untung tadi dia cepat cepat menyingkir.Kalau tidak, bisa-bisa digebuk dengan diktat yang segede bantal bayi itu.

Johan duduk dengan gelisah disudut ruang tamu “Asrama Putri” tempat Wiedya kost yang kebetulan sore itu lagi sepi. Barangkali ada semacam kesepakatan tidak tertulis, bila salah seorang penghuninya menerima tamu istimewa maka penghuni lainnya akan menyingkir. Atau pura-pura sibuk belajar dikamar kos masing-masing. Suatu kekompakan yang patut diacungi jempol.

“Hai, kok melamun.. hati-hati ayam tetangga kemarin bengong terus mati lho..” Wiedya menghampiri membuyarakan lamunan Johan. Secangkir teh manis dan sekaleng wafer diletakkan diatas meja.

“Waduh maaf ya.. masih berantakan semua.” Wiedya memunguti kertas-kertas yang bersrakan dimeja tamu.

“Nggak apa-apa, tempat kost ku malah lebih ancur-ancuran. Persis kapal pecah”. Johan basi-basi membesarkan hati tuan rumah. Sebuah taktik kuno memang , tapi barangkali masih cukup ampuh untuk dicoba. “ Lagi sibuk bikin paper ya ?”.

“Bukan, Aji, kemarin minta tolong untuk menterjemahkan literatur”.

“Aji ? Aji yang mana, ya?”. Johan tiak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

“Anak pertanian itu lho, kamu juga yang ngenalin”.

My God !. semoga anak itu menjadi “The Other Boy”. Bisa gawat urusannya. Belum belum pikiran Johan sudah mereka-reka.

“Bagaiman semester kemarin, bagus kan hasilnya?”. Wiedya mengalihkan pembicaraan. Tahukah dia kegelisahan ini?. Mudah-mudahan tidak, bisa ge er nanti!. Johan kebat kebit

“Lumayan ada beberapa mata kuliah yang harus mengulang, tapi ada beberapa yang nilainya bagus, jadi IP nya ya cukupan. Kamu bagaimana?”

“Lumayan juga”. Jawab Wiedya singkat. Cwek cakep mahasiswi sastra Inggris itu rupanya juga kejangkitan penyakit ‘mati angin’, kehabisan bahan obrolan.

Sekuat tenaga Johan berusaha meredam gejolak aneh yang menggelegak didadanya. Lho, belum-belum kok sudah cemburu?. Siapa yang menyuruhmy terjun dalam persaingan ‘maut’ memperebutkan hati sang putri ini?. Suara-suara saling meningkahi didalam hati Johan.

Sedangkan ‘sang putri’ itu sendiri juga sedang sibuk dengan kegelisahannya sendiri. Anak ini kelihataannya baik. Widya membatin. Meskipun sepintas kelihatannya srudak-sruduk – ini terlihat dari surat-suratnya yang bertubi-tubi kemarin, padahal sipenulis surat itu sendiri baru memperlihatkan batang hidungnya kali ini. Apakah karena terlalu pemalu?. Atau sekedar strateginya untuk mempermaklumkan kedatanggannya, bisar aku bisa mempersiapkan segala sesuatunya sebaik-baiknya?.

“Anu, Wied, maksud kedatnganku kemari, selain untuk berkenalan dan bersilaturrohmi juga mau.....”

“Waduh, kok demikian resminya. Kayak pidatonya bapak-bapak pejabat saja!”Wiedya memotong.

“Iya, ya.. Aku kok jadi bego begini. Maksudku aku ingin memberikan foto-foto yang kuambil saat ngantenan mas Adi dulu. Kat mas Adi kamu menanyakan. Sori belum sempat dikasih pigura”. Johan mengangsurkan amplop besar. Dengan senyum terkembang wiedya membukanya dan mengagumi gambar dirinya dalam ukuran 10 R itu.

“Bagus sekali. Thanks berat ya?!”.

Johan hanya tersenyum tipis. Satu episode sudah berjalan mulus. Semoga untuk selanjutnya semuanya lancar. Johan diam-diam menjalin harap dan doa.

(to be or not to be continued, its depend on.... )

Jumat, 06 Februari 2009

Alhamdulillah Banjir Kali Ini Tidak Masuk Rumah

Keadaan terakhir banjir di Balun Saudagaran. Belum masuk rumah. Alhamdulillah

Sabtu, 31 Januari 2009

BANJIR DI CEPU.... (PART ONE)

Banjir luapan Bengawan solo yang merupakan "kiriman" dari Solo, Sragen, Madiun, Ngawi mulai menggenangi kampung Balun Saudagaran Cepu.

Mudah-mudahan tidak sebesar banjir akhir 2007.....


Senin, 26 Januari 2009

ONENG ASBUN.... YO BEN !

http://news.okezone.com/read/2009/01/27/1/186737/1/oneng-ketimbang-rokok-mending-haramkan-korupsi

Oneng mungkin terlalu sibuk ngurusin salonnya, atau ribut dengan bajuri hingga tidak sempat berpikir jernih.

Korupsi sudah jelas haram dalam Al Qur'an juga ada katanya. Jadi tidak perlu dibuatkan fatwa dong?

Fatwa haram rokok melanggar HAM, biar yang pinter aja yang
menjawab . Untungnya yang bicara Oneng, lha wong oneng ...

Sabtu, 24 Januari 2009

TETANGGA ARABKU

Ketika iseng iseng googling dengan kata kunci Balun Saudagaran, kutemukan posting ini...

http://aminuddindahlan.com/?p=26

TRADISI NASI KABULAI

Saya nggak tahu bagaimana asal muasalnya, tetapi tahu2 Bapak mempunyai sahabat dan sudah seperti saudara saja warga baru di Cepu keturunan Arab bernama Yehama Alhadar. Beliau ini pamannya Fadel Muhammad, Gubernur Gorontalo saat ini. Isterinya, kami memanggilnya Ummi. Saat pertama kali tinggal di Cepu, keluarga Yehama tinggal menyewa rumah di daerah Nglajo, sebelum akhirnya pindah ke daerah Balun Saudagaran (tempat saudagar2 Cepu jaman dahulu tinggal, didekat Sungai Bengawan Solo). Beliau pedagang kayu jati, dengar2 memasok untuk pembakaran pengolahan tebu di pabrik Madukismo-Yogyakarta.

Kalo ibuku sedang berkunjung kerumah keluarga Yehama, sementara beliau2 berbincang-bincang, mulutku nggak pernah berhenti-hentinya mencicipi (mencicipi kok terus menerus, ha ha ha) cheese-stick yang saat itu merupakan makanan sangat sangat sangat istimewa nggak ada duanya di Cepu. Makin lama beliau2 ngobrol, makin banyak saja kue cheese-stick yang saya habiskan.

Suatu hari kami sekeluarga mendapatkan hantaran istimewa dari keluarga Yehama tersebut berupa satu baskom besar nasi kabulai. Percaya nggak, karena saking banyaknya minyak samin dalam nasi kabulai tersebut, maka diperaslah nasi kabulai tersebut dan ditampung minyak saminnya, karena kami belum terbiasa makan dengan minyak samin yang melimpah. Selanjutnya, kami nikmati nasi kabulai tersebut bersama-sama. Alhamdulillah.

Nah, dari sinilah asal muasalnya, Ibu yang memang jago masak memasak mengembangkan nasi kabulai khas Ibu Dahlan yang nggak banyak minyak saminnya. Sejak saat itulah, disetiap hari lebaran Iedul Adha maupun Iedul Fitri, pasti Ibuku menyajikan nasi kabulai yang masih kebul-kebul dan alamaak lezatnyaaa untuk hidangan utama setelah Sholat Ied.

Kita bisa lihat disini, bahwa hubungan antar manusia ternyata akan melahirkan dan menumbuhkan idea serta kreatifitas baru. Maka, banyaklah menyerap dan memperhatikan lingkungan sekeliling kita berada, kemudian renungkan dan pikirkan dari situ idea serta kreatifitas apa yang kita bisa lakukan. Saya yakin, akan muncul innovasi baru yang kadang-kadang tidak kita duga sebelumnya. Insha Allah.

Jadi ingat masa balita dulu....
Keluarga Yehama memang akrab dengan warga sekitar. Mereka tinggal di Balun Saudagaran gang I menyewa rumah H syafii, Sedang rumahku tinggal di gang II. Namun Yehama senior rupanya termasuk mudah bergaul dan bisa menyesuaikan diri dg lingkungan. Sering bertandang kerumah dan ngobrol ngalor ngidul dengan alm Bapak. Aku sering nguping pembicaraan beliau berdua.Tentu saja sebagai seorang anak aku tidak mengerti yang menjadi bahan obrolan tapi yang saya ingat betul adalah kebiasaan tuan Yehama menggerak-gerakan kakinya ketika duduk.Sebuah 'gaya' yang sering ku tiru dan mengundang tawa segenap keluarga.

Salah seorang anak keluarga ini Noval Yehama adalah teman sekolah kakak sepupuku. Mereka akrab sekali. Berpuluh tahun kemudian dia pernah napak tilas mencari kakak sepupu. Rupanya mereka kehilangan kontak setamat SMA. Padahal mereka sama sama tinggal di Jakarta. Noval Yehama yang memiliki Hotel tinggal di Jatinegara, sementara kakak sepupuku tinggal di Rawamangun. Nggak tahu apakah mereka sempat bertemu sebelum kakak sepupuku itu menghadap Allah s.w.t.

Satu lagi dari keluarga ini yang kuingat adalah Alwi Yehama. yang menjadi wartawan olah raga dan menggunakan nama pena John Halmahera.




Reblog this post [with Zemanta]

Selasa, 20 Januari 2009

KAMPANYE SESAT

Merasa sangat terganggu dg salah satu seri kampanye televisi partai demokrat yg tidak tanggung tanggung mebodohi rakyat, kutemukan satu artikel cerdas yang kurang lebih bisa mewakili sebagaian besar protes ku.

http://warnaislam.com/rubrik/jurnalistik/2009/1/20/46380/Komunikasi_Manipulatif_Iklan_Kampanye.htm

Komunikasi Manipulatif Iklan Kampanye

Selasa, 20 Januari 2009 12:53

APA prestasi pemerintahan pemerintahan SBY? Simaklah iklan kampanye Partai Demokrat. Pemerintahan SBY, kata iklan itu, berhasil menurunkan harga BBM, hingga tiga kali! Pertama kali dalam sejarah Indonesia lho! Lainnya, gencar memberantas korupsi. "Katakan TIDAK untuk korupsi!"

Bagi rakyat yang “cermat”, iklan tersebut “lucu”, menggelikan. Pasalnya, rakyat tidak akan lupa, pemerintahan SBY pulalah yang menaikkan harga BBM, padahal sejumlah pakar ekonomi menyarankan menaikkan harga BBM waktu itu bukan satu-satunya solusi menyelamatkan APBN. Tapi pemerintah tetap ngotot, tidak mau mendengar. Tidak lama setelah BBM dinaikkan, harga minyak mentah dunia turun drastis, dan harga BBM pun kembali diturunkan. Lucunya, penurunan itu diklaim sebagai prestasi. Lucu ya? Tertawa dong…!

Apalagi setelah harga BBM diturunkan, harga-harga yang telanjur naik, susah banget turunnya! Apakah itu prestasi?

Soal korupsi, pengamat komunikasi politik, Effendy Gazali, bahkan mengatakan iklan antikorupsi Partai Demokrat lucu dan tidak memiliki makna apa-apa. “Saya bisa katakana ini iklan terlucu yang pernah saya lihat,” kata Effendy kepada okezone (9/12).

Iklan itu, “Katakan TIDAK pada korupsi. Partai Demokrat bersama SBY terus melawan korupsi tanpa pandang bulu”, sangat membius, memunculkan kesan seolah-olah Partai Demokrat yang telah melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia. Tapi rakyat tidak akan lupa, anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Sarjan Tahir, menerima suap Rp 5 milyar untuk menyetujui usulan pelepasan kawasan hutan lindung Pantai Air Telang. Bahkan, anggota DPR lain dari Demokrat, Ahmad Fauzi, melontarkan gagasan membubarkan KPK! “Kalau perlu dibubarkan saja,” katanya kala melontarkan wacana untuk merevisi UU No 30 Tahun 2002 tentang KPK –Partai Demokrat memberi sanksi dengan merotasi Achmad Fauzie dari Komisi III ke Komisi VII yang membidangi masalah keagamaan.

Bagi pakar komunikasi (politik), iklan kampanye pemilu semacam itu bukan hal aneh. Biasa terjadi. Bahkan, bagi rakyat kecil, hal biasa memang politisi berbohong!

Dalam kampanye, pesan-pesan komunikasi politik banyak berisi jargon kata untuk “menciptakan citra semu” parpol atau kandidat. Maka, hingga April 2009 dan jelang Pilpres, kita akan disuguhi berbagai jenis “komunikasi menyesatkan” dari kalangan parpol dan kandidat.

Dalam lileratur komunikasi, setidaknya ada tiga jenis komunikasi menyesatkan atau berbahaya. Pertama, komunikasi untuk memanipulasi –manipulasi data, fakta, yang buruk dibilang baik, yang jelek ditutupi, yang baik diekspos.

Kedua, komunikasi untuk membohongi –berbohong, melebih-lebihkan,
mempermainkan, dan penipuan secara umum. Ketiga, komunikasi dengan pesan ganda –mengatakan satu hal dan melakukan hal lain serta menjanjikan
sesuatu yang tidak terpenuhi.

Citra politik jadi buruk karena keburukan kinerja politisi. Berdusta menjadi hal biasa. Kata orang Sunda, politik itu “pulitik” = nipu jalma leutik (menipu rakyat kecil). Politisi Muslim pun mungkin tidak merasa berdosa karena sistem politik yang berlaku bukan “politik syariah”. Tidak ada konsep dosa dalam sistem politik sekuler. Masya Allah… (Sumber: WarnaIslam)

KONTROVERSI HERMENEUTIKA

Hermeneutika "mainan baru" anak anak IAIN dan mengundang konroversi yang luas adalah aliran filsafat yang bisa didefinisikan sebagai interpretasi dan penafsiran sebuah naskah melalui percobaan. Biasa dipakai untuk menafsirkan Alkitab, terutama dalam studi kritik mengenai Alkitab.(wikipedia)

Bisakah digunakan untuk membedah teks-teks Al Quran?.

Ketika iseng lihat beberapa folder si bungsu yang "numpang kost" di hardisk ku ada email dari Nasr Hamid abu Zaid (penulis buku Hermeneutika Inklusif ):

Dear Burhan,
Hermeneutics is not an ideology to be defended; it represents the
basic methodological questions related to the issues of
interpretation of Scriptures, literature, art, human sciences such
as socilology, anthropology and psychology. Accordingly, there are
many schools of hermeneutics. In the history of Qur'anic
interpretation, such questions has been dealt with implicitly in
almost every exegetical work since Tabari till Sayd Qutb. It was
explicitly discussed in the Shi`i and Sufi works of Qur'anic
exegesis. It is, therefore, part of Islamic tradition not a mere
Western invention. Muslim scholars have to contribute and
participate in the debate. Ignoring hermenutics is in fact betrayal
of the richness of Islamic tradition.
>
> Nasr



Silakan diskusi yang santun, atau ada yang mau review bukunya Nasr
Hamid abu Zaid ?
Monggo