Senin, 11 Februari 2008

MENUNGGU ANAK ABABIL

Ababil adalah nama perkutut yang sekarang mungkin sudah berumur 2 tahun lebih. Keturunan dari pejantan ring Palem (alm) yang gambarnya mejeng di halaman depan blog ini.

Misalnya, aku diharuskan untuk melepaskan seluruh perkutut di farmku yang berjumlah 20 petak kandang kemudian boleh menyisakan satu ekor saja mungkin ya si ababil itulah yang tersisa.

Sekian lama membenamkan beberapa 'ribu' rupiah diceruk perkututan ini ya baru ababil inilah yang punya kwalitas lumayan. Suaranya jalan satu setengah (aku membayangkan kalau suarnya bisa stabil dobel mungkin berani mengelernya diberbagai arena lomba) dengan ujung yang sedikit mewah memang tepat kalau kemudian aku kandangkan dengan pasangan yang masih notabene 'pernah' bibi ata bulik-nya. Menurut teori yang dikembangkan peternak besar Surabaya IBM BF, gaya penyilangan semi inbreed ini ada harapan menghasilkan keturunan bagus.

Tapi si ababil ini mungkin sedang menguji kesabaranku, setelah sempat menetaskan anak tunggal yang kemudian mati muda total jendral setahun lebih macet ga mau produksi lagi.

Pagi tadi si ababil ini mulai narik-narik berbunyi. mudah-mudahan itu isyarat birahinya mulai datang. Bersahut-sahutan dengan burung titipan teman bergelang nuansa yang sudah malang melintang diarena lomba si ababil sebenarnya tidak kalah bagus dengan si nuansa itu.
Bulan maret april biasanya burung dikandang mulai berproduksi. Mudah-mudahan bisa lahir kembali ababil-ababil yunior yang bisa mengobati kerinduanku selama ini: menghasilkan burung bagus dari kandang sendiri

2 komentar:

joko mengatakan...

salam kung.........
ababil...... ababil.......
kalau rindu banget sama puisi kung...... silahkan giatkan lagi latber di cepu... he..... he....

Abuhanif mengatakan...

Bung Joko kungmania juga?. Tinggal di Cepu?. Ayo kita bangun lagi hoby klangenan ini